May 23, 2009

Mimpi-mimpi













Sore ini, sesaat setelah hujan membasahi tanah dan mengalirkan kerinduan ke saluran-saluran yang memanjang jauh dan menikung di ujung ingatan, sekali lagi aku mempertanyakan lengkung waktu yang membawaku ke tempat ini, dimana hiruk pikuk kegelisahaan tertelan dengan sempurna oleh segudang rutinitas dan tuntutan untuk mengisi pundi-pundi demi serpihan-serpihan impian.
Di sini ditengah manusia yang memancarkan segurat impian akan masa depan di wajahnya, kehangatan tercipta dan mewujud. sungguh menyenangkan membaca lembaran-lembaran baru manusia yang memulai langkah besar dalam hidupnya, meletakkan harapan pada ujung cemara dan membiarkan nasib menentukan cerita selanjutnya.
Entah apa yang akan terjadi esok, kita sedang memahat wajah kita di gunung kehidupan..dan semoga pahatan itu cukup besar untuk terlihat dunia....

Malang,
SMAP Training House

May 18, 2009

KALAH dan MENANG


Politik selalu menggemaskan untuk diamati, berbagai intrik, tipu daya, manuver-manuver dan segala kosmetiknya kerap membuat masyarakat resah. Menjadi obrolan yang mengasyikkan di warung kopi sembari menghirup segelas kopi pahit kambat-lambat, menjadi bahan brainstorming yang ideal bagi kader-kader muda di organisasi-organisasi mahasiswa, atau sekedar menjadi gerutu tak berkesudahan di depan televisi.
Sebuah dorongan kuat akan timbul dari dalam diri untuk memberontak dan merubah semua nilai-nilai yang pernah ada sebelumnya, dengan mimpi mencapai kondisi ideal bagi seluruh pondasi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Dorongan ini telah muncul di Indonesia sejak jaman Budi Utomo sampai jaman Budi Handuk namun mengapa negara ini serasa tak berdaya untuk menaikkan harkat dan martabatnya sendiri? Sukarno menawarkan konsep Nasionalisme dan Marhaenismenya, Suharto dengan Orde Barunya, sampai SBY dengan Nasionalisme gaya barunya.
Namun sejak awal tercipta politik memang seperti itu adanya. tidak ada salah dan benar dalam politik, yang ada hanyalah KALAH dan MENANG.
Selamat menikmati karnaval politik 2009, semoga kita tak pernah lupa anak dan istri yang harus diberi makan.

July 11, 2008

Step Forward, Move Backward



Hari yang biasa, pagi yang itu-itu juga, aku bergegas mengemasi barangku dan melangkah cepat, meninggalkan kekalutan semalam..kekalutan yang sama, seperti malam-malam yang sudah-sudah.

August 06, 2007

From Somewhere

..di sini aku bisa lebih banyak bertanya dan aku gak perlu pusing akan jawabannya...
tapi angin dingin itu selalu berbisik agar aku terus saja bergerak..
lebih ke barat mungkin, sepertinya ada secercah cahaya disana. who knows..
lucu juga, selama ini aku selalu tidak pernah merasa nyaman di satu tempat dalam waktu yang lama.
Walau aku selalu rindu untuk kembali melintasi jejak-jejakku...
ada sebuah pepatah lama
tempat jatuh saja kita ingat, apalagi tempat bermain...:):)
keep movin!!

June 15, 2007

Di Sawah

Mereka menyanyikan puja puji pada tanah, hujan dan embun.
Menancapkan sejumput padi di tanah basah. berharap rumpun padi akan tumbuh dan menguning disana..
Banyak kesan yang hinggap sejak pertama kali aku menapaki tanah tanah sawah di sini. Ini bukanlah hamparan tanaman semata, namun ada cinta di sana, yang melekat sejak tiap benih tertancap di tanah.
Perempuan perempuan itu menancapkan sejumput padi...sejumput harapan.

December 24, 2006

Metamorfosis

"misalkan kamu dilahirkan kembali menjadi seekor ulat...apa yang kamu inginkan?"
"aku ingin menjadi kupu-kupu!"
"apakah kamu siap masuk dalam kepompong?"
"jika itu jalan untuk menjadikanku kupu-kupu maka akan aku lakukan"
"biarpun nyawa adalah taruhannya?"
"tentu saja!"

Metamorfosis bukanlah sebuah takdir, tapi pilihan. Tidak semua ulat berani masuk dalam kepompong biarpun semua ulat ingin menjadi kupu-kupu.

September 27, 2006

Diam...

aku menyeret waktu melewati onggokan semu wajah-wajah dusta
terseok-seok bersama sumpah serapah ku
yang tentu saja aku sebut berulangkali bagai melafadzkan puji-pujian dan dendang magis pada Tuhan yang tentu saja masih aku sebut "ada"-dalam sel darahku yang paling tersembunyi-tentunya...
hari ini
aku mulai mengurai detik-detik penyangkalanku pada takdir dan kutukan-kutukan yang mengintai dari celah kusam tembok dibelakangku...
sebuah penyangkalan yang semakin lama semakin menampakkan wajah ke-naif-annya
yang selalu kubanggakan...ironis
lalu apa yang kau sebut tentang ironi?
ketika wajah-wajah lapar menatap kosong pada iring-iringan kapital perut gendut yang melintas hingarbingar didepan hidungnya...atau apa?
aku semakin lelah menyemangati dunia agar terus berputar PADA POROSNYA
agar menciptakan pusaran energi mahadahsyat dan menimbulkan gaya gravitasi pada satelit-satelit dan asteroid disekitarnya....
mungkin aku akan memulai tahapan baru dalam hidup ini...
diam....

September 23, 2006

gelisah

entahlah aku g mampu mengidentifikasikan diriku sendiri sebuah perpaduan antara harapan yang meraksasa sampai membuatku wipe out dalam barrel-nya hingga megap2 aku dibuatnya....
tapi yang terjadi kemudian malah aku terus saja ngorok dan melungker keenakan dalam selimut tebal keegoisanku...
aku juga g mampu mendeskripsikan kemauan takdir yang seenak udele mempermainkan hari-hari jemuku ini...seperti aku tidak mengerti alasan Peeman yang duduk manis disebelahku dan menghabiskan energen kadaluarsanya...mungkin mau ngajak pulang bareng hehehehehe
wes men mulih yook duwitku entek mosok utang nang warnet kekekekekek

July 09, 2006

Aku Tahu

aku tahu hidup ini berat, aku juga tahu kalo menjalani sesuatu pasti jauh lebih sulit ketimbang duduk diam dan membayangkan semua berlalu dengan sangat mudah
yang jelas semuanya akan aku selesaikan secepat mungkin, walau malam ini aku menyadari sesuatu kalo apa yang aku pilih tidak mudah...(sayup-sayup aku dengar angin malam itu berbisik "hidup ini tidak mudah sayang..) aaah...!
memang mempertahankan idealisme sampai titik darah penghabisan butuh nafas yang cukup panjang dan yang pasti cadangan keringat yang sangat banyak. namun sekuat apa aku mempertahankan rekatan pada serpihan-serpihan hati?
entahlah yang jelas aku hanya ingin hidupku kini atau nanti tidak ditemani mimpi-mimpi buruk dan halusinasi tentang kesalahan yang pernah aku lakukan pada masa laluku.
kopi yang aku minum malam ini tandas perlahan dan telah kulihat genangan ampas hitam di dasarnya. tapi aku tetap setia menghirup aromanya biar semakin tipis cairan hitam itu membasahi lidahku.
lalu sambil aku mengingat ingat semua yang kulakukan hari ini aku coba untuk menyusun langkahku esok pagi yang sebentar lagi akan menghampiriku.
tanpa harap atau hayalan...aku hanya ingin menikmati hidup hari ini...

January 26, 2006

JALAN BUNTU ATAU .... JANGAN-JANGAN

akhirnya aku sadar apa yang bikin aku selalu tercekat saat ingin menulis kata pertama dalam setiap tulisanku.
karena aku selalu berpikir muluk untuk menciptakan sebuah tulisan yang dahsyat, heboh dan menggemparkan seantero jagad persilatan huahahaha
kenapa si ego ini enggak pernah rela untuk menyerahkan semua pada naluri yang sebenarnya terus mengalir dalam nadi dan menggerakkan tangan untuk menari-nari di papan keyboard atau di atas karton bekas bungkus rokok...
tuh kan dah jadi beberapa baris kata-kata, coba kalo terus-terusan mikir mau nulis apa yah...? mosok nulis kehidupan sehari-hari terus! gak mutu ah! sopo trus sing arep moco nek gak mutu ngunu???
lagaknya kayak lagi nulis di sebuah majalah ato koran sekaliber TIME, lha wong nulis nang SOEARA BOEROENG ae gak payu
HUAHAHAHAHAHA!!!
wis ah...