Aku banyak menulis saat berada dalam kondisi gelisah, bimbang, marah, jenuh, terjatuh atau terpuruk. menulis seperti membebaskan emulsi negatif dan meledakkannya dalam sebuah deretan kata. Kadang yang terjadi adalah sebuah letupan, kadang dentuman. Semua bergantung pada sepekat apa emulsi yang terledakkan.
Apakah memang seorang penulis harus selalu berada dalam ruang-ruang kegelisahan untuk dapat membangkitkan inspirasi kreatifnya? Aku lalu membayangkan para penulis besar yang begitu produktif di luar sana...sepekat apa emulsi kegelisahan di dalam dirinya? Segetir apa rasa yang pernah terkecap? Sepilu apa rasa yang pernah mengiris?
aku tidak berani, atau belum...
October 19, 2011
October 13, 2011
Dari Correntes Hingga Guardafui
Angin berhembus kencang dari Barat Daya, menampar kulit wajah yang merah terpanggang matahari. Suara lonceng kapal berdentang bersahutan dengan teriakan burung camar mengiringi gemeretakan lunas serta lambung kapal yang tertatih membelah perairan Komoro. Cape Correntes telah sebulan lebih kita tinggalkan, dua bulan ke depan La Luz Del Cielo akan memasuki Cape Guardafui yang menjadi pembatas teluk Aden dan samudera Hindia.
“Kamu tahu kenapa semenanjung ini dinamai Guardafui, sobat? orang Portugis yang memberinya nama, Guarda berarti penjaga, sedangkan Fui berarti aku, Guardafui berarti penjagaku dan hmm..bisa juga aku sebut penjaga-Ku, bukan?" lalu tawamu membahana dan seketika reda saat ujung botol rum menemui mulutmu yang terperangkap dalam kumis dan jenggot yang tumbuh membabi buta.
“Kamu tahu kenapa semenanjung ini dinamai Guardafui, sobat? orang Portugis yang memberinya nama, Guarda berarti penjaga, sedangkan Fui berarti aku, Guardafui berarti penjagaku dan hmm..bisa juga aku sebut penjaga-Ku, bukan?" lalu tawamu membahana dan seketika reda saat ujung botol rum menemui mulutmu yang terperangkap dalam kumis dan jenggot yang tumbuh membabi buta.
Utopia Indonesia
Hari ini aku pulang kerja berjalan kaki dari stasiun Malang sampai rumah kos, menyenangkan juga walaupun terasa lelah. Dengan berjalan kaki aku tahu ternyata jalan untuk kendaraan lebih mulus daripada jalan untuk pejalan kaki, berkali - kali aku harus turun ke jalan karena terhalang mobil yang parkir atau pagar toko yang memakan trotoar jalan, berulangkali juga aku hampir terserempet sepeda motor atau mobil, karena mereka terlalu tergesa-gesa sehingga tidak memperhatikan pejalan kaki. Begitulah wajah jalanan kita, tidak ada tempat untuk pejalan kaki. Pejalan kaki harus rela berjuang melintas jalanan padat dan bersaing dengan sepeda motor, mobil ataupun becak.
December 10, 2010
Hidup di Surga
Sering saya mendengar dan hampir percaya bahwa potensi kelautan negara ini sungguh tak terkira nilainya, ibarat kita hidup di atas tumpukan permata yang siap untuk kita manfaatkan demi kesejahteraan dan keagungan harkat dan martabat bangsa.
Mari kita renungkan sejenak, 18.000 Km adalah jarak yang panjang, dan itu adalah panjang garis pantai kita dimana setiap jengkal dari garis pantai itu menyimpan potensi yang begitu beraneka ragam. Ambil saja contoh Raja Ampat Papua yang menyimpan 75% dari jenis terumbu karang di dunia memiliki hamparan koral seluas 4,6 juta Ha! Atau mari kita melirik ke Mentawa-Sumatera Barat dengan lebih dari 23 lokasi surfing terbaik di dunia, begitu banyak hingga sulit menemukan video surfing tanpa menampilkan keindahan ombak mentawai di dalamnya.

Gambar: Raja Ampat-Papua
Hidup berdekatan dengan laut beberapa tahun terakhir semakin membuat saya lekat dengan nafas kehidupan masyarakat pesisir pantai Indonesia. Mulai dari hingar bingar kehidupan di Kuta-Bali hingga kebersahajaan penduduk Watukarung-Pacitan bahkan kehidupan paleolithic dengan pola kehidupan subsisten yang masih ada di garis pantai Mentawai-Sumatera Barat. Inilah fakta, ini pula ironi yang lestari di pekarangan rumah kita.
Mari kita renungkan sejenak, 18.000 Km adalah jarak yang panjang, dan itu adalah panjang garis pantai kita dimana setiap jengkal dari garis pantai itu menyimpan potensi yang begitu beraneka ragam. Ambil saja contoh Raja Ampat Papua yang menyimpan 75% dari jenis terumbu karang di dunia memiliki hamparan koral seluas 4,6 juta Ha! Atau mari kita melirik ke Mentawa-Sumatera Barat dengan lebih dari 23 lokasi surfing terbaik di dunia, begitu banyak hingga sulit menemukan video surfing tanpa menampilkan keindahan ombak mentawai di dalamnya.

Hidup berdekatan dengan laut beberapa tahun terakhir semakin membuat saya lekat dengan nafas kehidupan masyarakat pesisir pantai Indonesia. Mulai dari hingar bingar kehidupan di Kuta-Bali hingga kebersahajaan penduduk Watukarung-Pacitan bahkan kehidupan paleolithic dengan pola kehidupan subsisten yang masih ada di garis pantai Mentawai-Sumatera Barat. Inilah fakta, ini pula ironi yang lestari di pekarangan rumah kita.
August 15, 2010
Hening yang tercipta
Aku lepaskan pandangan melintasi hamparan pepohonan kopi yang membentang di hadapanku, menyaksikan gugusan gunung berapi nun jauh di sana. Sebuah kenikmatan tersendiri menikmati kopi arabika dari tempatnya dipetik dan diproses dari bulir-bulir buah kopi merah tua hingga menjadi serbuk hitam kecoklatan dan beremulsi sempurna dengan air panas serta mengepulkan asap putih tipis di hadapanku kini.
Aku membiarkan diriku terhanyut dalam kesunyian ini
August 04, 2010
Aku, yang selalu tak terlihat, selalu absurd

...dan inilah aku,
yang tak terdefinisikan bagi seseorang di luar sana, yang selalu ada di batas ruang-ruang imajiner, yang selalu sekelebat lewat saat malam-malam yang sesak memaksanya untuk tetap terjaga...dan gelisah. Kenyataannya, memang dalam ruang itulah aku ditempatkan, selalu menjadi yang terasing dalam lingkungannya, yang selalu di-anonim-kan bila namaku terpaksa muncul dalam percakapan dengan teman-temannya.
aku yang selalu tak terlihat, selalu absurd...
Dia yang selalu mengilhamiku, yang selalu mampu membuat duniaku berotasi mengitarinya, dia selalu memberikan rasa nyaman
April 13, 2010
Kalibaru, 09 januari 2009
Sekali lagi Norah Jones mengalun menemani sore temaram selepas hujan. Di sudut pasar kecil aku mengamati remah-remah yang tertinggal oleh kisah masa kecilku. Disini aku pernah dilahirkan, disini pula aku kembali untuk sekedar singgah dan menikmati secangkir kopi lanang Malangsari.
Coffee shop kecil milik perkebunan kopi Malangsari ini hanya menyediakan 3 menu sederhana yaitu kopi, teh dan jahe itu saja. Tidak ada istilah2 kopi yang asing di telinga, sebuah kesederhanaan
Coffee shop kecil milik perkebunan kopi Malangsari ini hanya menyediakan 3 menu sederhana yaitu kopi, teh dan jahe itu saja. Tidak ada istilah2 kopi yang asing di telinga, sebuah kesederhanaan
February 17, 2010
Patah Hati Pada Hujan
Pada langit yang terkoyak selaput hitam, dan cahaya menyilaukan
Lalu hujan...
Mengingatkanmu pada air mata yang gemerintik
Lalu sunyi...
Mengingatkanmu pada senyuman patah itu
gerimis mengiris nadi, mengantarkan sakitnya dalam udara menujumu...
menuju rindumu
dan sekali lagi hujan menngecewakanku
karena dinginnya tak cukup
Lalu hujan...
Mengingatkanmu pada air mata yang gemerintik
Lalu sunyi...
Mengingatkanmu pada senyuman patah itu
gerimis mengiris nadi, mengantarkan sakitnya dalam udara menujumu...
menuju rindumu
dan sekali lagi hujan menngecewakanku
karena dinginnya tak cukup
September 08, 2009
Til Kingdom Come
Steal my heart and hold my tongue.
I feel my time, my time has come.
Let me in, unlock the door.
I've never felt this way before.
The wheels just keep on turning,
The drummer begins to drum,
I don't know
I feel my time, my time has come.
Let me in, unlock the door.
I've never felt this way before.
The wheels just keep on turning,
The drummer begins to drum,
I don't know
July 31, 2009
Negara Dewata Cengkar

Kita hidup di negara para Bapak yang gemar menyantap Anak-Anaknya.
Chaos menjadi komoditas paling laku untuk menyingkirkan, mengganti, atau mempertahankan kedudukan Bapak-Bapak. Adalah lumrah menghilangkan berpuluh bahkan beratus nyawa Anaknya demi legitimasi kekuasaan Bapak.
Hari ini kita saksikan para Bapak berkumpul dengan raut penuh welas asih berbicara tentang Anak-Anaknya yang telah tercabik-cabik
Subscribe to:
Posts (Atom)