September 27, 2006
Diam...
terseok-seok bersama sumpah serapah ku
yang tentu saja aku sebut berulangkali bagai melafadzkan puji-pujian dan dendang magis pada Tuhan yang tentu saja masih aku sebut "ada"-dalam sel darahku yang paling tersembunyi-tentunya...
hari ini
aku mulai mengurai detik-detik penyangkalanku pada takdir dan kutukan-kutukan yang mengintai dari celah kusam tembok dibelakangku...
sebuah penyangkalan yang semakin lama semakin menampakkan wajah ke-naif-annya
yang selalu kubanggakan...ironis
lalu apa yang kau sebut tentang ironi?
ketika wajah-wajah lapar menatap kosong pada iring-iringan kapital perut gendut yang melintas hingarbingar didepan hidungnya...atau apa?
aku semakin lelah menyemangati dunia agar terus berputar PADA POROSNYA
agar menciptakan pusaran energi mahadahsyat dan menimbulkan gaya gravitasi pada satelit-satelit dan asteroid disekitarnya....
mungkin aku akan memulai tahapan baru dalam hidup ini...
diam....
September 23, 2006
gelisah
tapi yang terjadi kemudian malah aku terus saja ngorok dan melungker keenakan dalam selimut tebal keegoisanku...
aku juga g mampu mendeskripsikan kemauan takdir yang seenak udele mempermainkan hari-hari jemuku ini...seperti aku tidak mengerti alasan Peeman yang duduk manis disebelahku dan menghabiskan energen kadaluarsanya...mungkin mau ngajak pulang bareng hehehehehe
wes men mulih yook duwitku entek mosok utang nang warnet kekekekekek
July 09, 2006
Aku Tahu
yang jelas semuanya akan aku selesaikan secepat mungkin, walau malam ini aku menyadari sesuatu kalo apa yang aku pilih tidak mudah...(sayup-sayup aku dengar angin malam itu berbisik "hidup ini tidak mudah sayang..) aaah...!
memang mempertahankan idealisme sampai titik darah penghabisan butuh nafas yang cukup panjang dan yang pasti cadangan keringat yang sangat banyak. namun sekuat apa aku mempertahankan rekatan pada serpihan-serpihan hati?
entahlah yang jelas aku hanya ingin hidupku kini atau nanti tidak ditemani mimpi-mimpi buruk dan halusinasi tentang kesalahan yang pernah aku lakukan pada masa laluku.
kopi yang aku minum malam ini tandas perlahan dan telah kulihat genangan ampas hitam di dasarnya. tapi aku tetap setia menghirup aromanya biar semakin tipis cairan hitam itu membasahi lidahku.
lalu sambil aku mengingat ingat semua yang kulakukan hari ini aku coba untuk menyusun langkahku esok pagi yang sebentar lagi akan menghampiriku.
tanpa harap atau hayalan...aku hanya ingin menikmati hidup hari ini...
January 26, 2006
JALAN BUNTU ATAU .... JANGAN-JANGAN
karena aku selalu berpikir muluk untuk menciptakan sebuah tulisan yang dahsyat, heboh dan menggemparkan seantero jagad persilatan huahahaha
kenapa si ego ini enggak pernah rela untuk menyerahkan semua pada naluri yang sebenarnya terus mengalir dalam nadi dan menggerakkan tangan untuk menari-nari di papan keyboard atau di atas karton bekas bungkus rokok...
tuh kan dah jadi beberapa baris kata-kata, coba kalo terus-terusan mikir mau nulis apa yah...? mosok nulis kehidupan sehari-hari terus! gak mutu ah! sopo trus sing arep moco nek gak mutu ngunu???
lagaknya kayak lagi nulis di sebuah majalah ato koran sekaliber TIME, lha wong nulis nang SOEARA BOEROENG ae gak payu
HUAHAHAHAHAHA!!!
wis ah...
September 28, 2005
...
kemanakah ku kan melangkah
dan jika aku adalah malam
kemanakah ku kan berpulang
sampai senja menjemputku dan membawaku pada malam
atau fajar menjeratku dengan kemilau siang
masihkah ku berharap jika ku ada?
MULA
pada malam semua bermula
mula mula tak mungkin ini bermula
segala adalah mula
dari akhir sampai mula lagi
dari mula hingga akhir lagi
kapan mula berakhir?
sedangkan setiap akhir adalah mula
Noveresta (if_onlyme@*****.com)
Jun 28, 2005 10:52 AM
June 17, 2005
Hujan Bulan Juni
cuaca yang hadir di saat yang sama sekali tidak tepat
coba bayangkan saat kau baru saja membuka mata, melihat sekeliling, menerka-nerka sejenak siapa kau? dimana kau berada saat ini?
lalu sesaat kemudian kau menyadari bahwa kau masih sama seperti dirimu yang kemarin, dan kau masih saja terbujur di ranjang yang kau tiduri juga kemarin, lalu kemarinnya lagi.
kemudian sejenak kau mencoba mereka-reka apa yang akan kau lakukan hari ini. shoping? travelling? mancing? bercinta? atau kuliah, pulang, melamun, baca komik dan tidur lagi?
yang jelas akan selalu ada harapan di setiap pagi yang kau temui...setidaknya sebelum kau memutuskan untuk bunuh diri pagi ini...
tapi apa yang akan kau rasakan saat membuka pintu kamarmu dengan berjuta harapan baru, dan yang kau temui hanyalah langit yang suram dan angin yang berpotensi untuk bikin kau demam?
masih sanggupkah semangat itu kau jaga?
masih bergairahkah kau untuk mewujudkan harapan-harapan absurdmu itu?
kalau kau tanya aku....
aku akan tutup kembali pintu kamarku, masuk dalam selimut tebalku, aku bunuh harapanku akan hari ini,
dan berharap besok pagi matahari akan bersinar dengan garang dan membakar mukaku.
March 23, 2005
Pertanggung Jawaban
Memang dia hanya berasal dari dua kata. Tanggung dan Jawab. Dua kata saja, tapi menjalankannya tidak akan pernah selesai walaupun dengan Times New Roman 12pt, dengan spasi 1,5 diatas bereksemplar-eksemplar kertas A4.
Tidak akan pernah selesai dengan sangkalan dan pengelakan dari ribuan pertanyaan yang bikin bibir jadi maju 7 centimeter.
Tidak akan pernah selesai juga dengan melarikan diri ke pulau Bali atau berangkat ke tukang menggugurkan kandungan sekalipun.
Tanggung Jawab tidak akan ada jika kita hanya memandang dari tindakan apa yang mesti kita lakukan setelahnya. pemikiran yang terfokus pada tindakan fisik hanya akan melahirkan tindakan fisik semata, tanpa makna.
Lari ke pulau Bali, pergi ke tukang menggugurkan kandungan, ataupun nyerocos selama tujuh jam tanpa berhenti hanya akan mengaburkan tanggung jawab itu sendiri. tapi tidak akan pernah bisa menyelesaikannya secara tuntas, tanpa ada sikap ksatria untuk selalu berintrospeksi diri secara kuntinyu, berani mengakui setiap kesalahan yang kita buat. Disamping sikap untuk selalu optimis menghadapi setiap rintangan.
Penyesalan tidak akan pernah berguna, apapun alasannya. kuncinya hanya pada hati, selama hati selalu dirawat dan dijaga kemurniannya, maka manusia akan selalu melakukan perbuatan yang bertanggung jawab, Insya Allah...
February 05, 2005
Jejak Hitam Dari Tapak Nestapa
Seperti hitamnya bayangan dibelakangku ketika kutatapkan wajah ini tepat di hadapan-Mu jangan Kau kira tak pantas bagiku untuk menggugatMu
semua memang tentang mengapa, mengapa, mengapa dan selalu saja tentang mengapa
entah di pagi buta atau di silaunya dhuha, akan selalu ada tanya itu
ketelanjanganku kuanggap sangat pantas untuk mencuatkan tanya itu
padaMu, hanya padaMu
ketelanjanganku membuatku mampu mengurai jeratan-jeratan di leherku hingga aku sanggup tengadahkan mukaku tepat di wajah-Mu
ketelanjanganku sedikitpun tak membuatku malu akan diriMu
karena ketelanjangan inilah yang membuatku ada dalam diriMu, dan meleburkanku dalam diriMu
dan pusaran hitam yang semakin membesar di atas kepalaku ini cukup untuk mengatakan
bahwa ketelanjangankulah yang akan selalu membarakan apiMu dalam hatiku.
February 03, 2005
tentang hujan sore itu
seorang lelaki yang menggunting, mencabik, merobek, atau apalah.... yang jelas memberikan torehan cat merah darah jauh didalam lubuk hatimu itu.
baiklah aku tak akan ungkit itu semua, aku biarkan itu menggulir pelan dalam mimpi-mimpi burukmu setelah temaram senja berganti kelam di ujung jalan itu
lalu aku bertanya, "apa yang akan kau lakukan saat ini?"
kau diam sejenak, lalu berucap lirih "aku hanya ingin duduk diam disini"
ya.. sisa hujan di sore hari selalu saja tampak indah
"tapi tidak sore ini" katamu pelan...
yang jelas itu bukan karena bajuku yang kuyup tersiram hujan sore itu...
mungkin karena sore yang sama setahun lalu... atau... aku tak tau.
yang perlu kau pahami. baju yang kuyup ini bukan sekedar pemenuhan janji
bukan juga sekedar pembuktian... atau apa saja
yang jelas padi itu tetap saja menguning, disawah, atau di got sekalipun
dia akan terus menguning, menguning, merunduk, dan merunduk
biarpun didalam got sekalipun...